 | CAR BROCHURES COLLECTOR ----- Collection of brochures and catalogs cars, buses, trucks, special vehicles from various countries | Oct 16, 2007 |
Welcome to my website, a brochure collector cars, buses, trucks from all over the world who still hold the spirit of hunting and collecting motor vehicle brochures. Every time my brochure collection continues to grow both in terms of the number of brochures and brand variant vehicles. Trying to weave the history of the automotive world in Indonesia and globally ..... The car is no longer a mere means of transportation but also the lifestyle and needs of people ... hopefully followed by a spirit to be environmentally-friendly products ... Lunapic Photo Editing=========================================================================== Selamat datang di website saya, seorang kolektor brosur mobil, bus, truk dari berbagai belahan dunia yang masih terus semangat berburu dan mengoleksi brosur kendaraan bermotor. Setiap waktu koleksi brosur saya terus berkembang baik dari segi jumlah brosur maupun varian merk kendaraan. Mencoba merangkai sejarah dunia otomotif di Indonesia maupun global.....Mobil sudah bukan lagi jadi alat transportasi semata tapi juga menjadi gaya hidup dan kebutuhan manusia...semoga diikuti dengan semangat untuk menjadi produk yang ramah lingkungan...   Riwayat: 06 Oktober 2007 Kolektor Brosur Mobil Sejak kecil, Noor Satrio Hendratno telah 'dekat' dengan dunia otomotif. Seperti anak-anak lainnya, Satrio kerap mendapat mainan berupa mobil-mobilan. Saat itu juga Satrio telah gemar mengumpulkan mainan berupa miniatur atau replika mobil yang dibuat dari metal. ''Ketika itu masih berharga sekitar Rp 1.000,'' kata pria asal Sleman, Yogyakarta, itu. Bahkan, kedekatan itu kian lekat lantaran orangtuanya sempat memiliki usaha berupa bengkel mobil serta showroom motor Binter dan Vespa di Banjarnegara, Jawa Tengah, ketika dia masih duduk di bangku SD sekitar 1980-an. Ketika itu kendati showroom motornya menyediakan banyak brosur motor dan mobil, Satrio belum terpikir untuk mulai mengoleksi brosur itu. ''Saya justru suka menggunting gambar-gambar mobil di koran, majalah, dan saya kliping,'' ujarnya. Hingga pada suatu ketika, dia tertarik untuk mengirimkan kupon permintaan brosur di satu majalah ke dealer Suzuki ketika akan meluncurkan Suzuki Carry 1.000 dengan rem booster di tahun 1986. Selanjutnya, berselang setahun kemudian, Satrio pun mendapat kiriman brosur Citroen BX16 TRS dari dealer-nya di Semarang. ''Saya baru benar-benar serius koleksi sejak tahun 1991. Brosur yang saya dapatkan saat itu adalah Land Rover dan Mercy dari ATPM-nya di Indonesia,'' ungkapnya. Tak hanya dari dalam negeri, brosur mobil dari luar negeri pun didapatnya. Untuk kali pertama, Satrio memperoleh brosur Mercedes-Benz Jerman karena mereka merespon dan membalas surat permintaannya. ''Mereka mengirim beberapa eksemplar brosur produknya terutama brosur Mercy 300 SEL yang digunakan sebagai mobil resmi Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok 1992 ,'' ujar pria berusia 32 tahun ini. Secara perlahan, segala macam brosur, katalog, booklet, leaflet dari berbagai jenis mobil sedan, limosin, SUV, MPV, bus, truk, ambulans, mobil antipeluru , mobil balap dari berbagai merek telah menjadi koleksinya. Brosur mobil yang telah dia kumpulkan dan koleksi sampai saat ini berasal dari berbagai merek. Mulai dari mobil Eropa, Asia, Amerika; dari merek Mercedes-Benz, Maybach, Lamborghini, Ferrari, Bentley, Porsche, Rolls Royce, Skoda, Auverland, Land Rover, Mini, Rover, MG, Holden, Ford, Toyota, Subaru, Mitsuoka, Daihatsu, Suzuki, Proton, Dacia, Mahindra, Tata, Auverland, dan lainnya. Belum termasuk brosur truk dan bus dari Mercy, Volvo, Scania, Setra, Evobus, Toyota, Mitsubishi, Hino, Nissan-Diesel, Tata, JRD, dll. Dari merek yang sudah dipasarkan di Indonesia hingga merk yang sama sekali belum masuk ke Indonesia. ''Saya berburu brosur tidak hanya dengan meminta ke ATPM, dealer, di pameran mobil atau berkirim surat atau lewat e-mail ke perusahaan mobil. Namun, saya juga berburu ke pasar buku bekas atau loakan,'' kata dia. Satrio, misalnya, pernah mendapatkan brosur Toyota Crown, Corona, dan Corolla tahun 1980-an di Pasar Johar, Semarang. Sedangkan di kota kecil Jombang, dia sempat mendapatkan brosur Mercy Tiger atau E-Class tahun 1970-1980-an. Kemudian di pasar buku bekas Jalan Semarang, Surabaya, pria yang berwiraswasta ini sempat juga memperoleh brosur Mercy S-Class dan SEC tahun 1995. Bagi dia, ada daya tarik tersendiri dengan mengumpulkan brosur-brosur itu. ''Selain hobi, saya mengumpulkan brosur juga untuk mengisi waktu luang. Saya juga berharap dapat menambah wawasan perkembangan dunia otomotif yang selalu dinamis,'' katanya. Disamping itu sebenarnya brosur mobil itu sendiri memiliki nilai ekonomis, bisa diperjualbelikan seperti di situs eBay. Jadi sayang kalo tidak ada yang peduli mau melestarikan...hehehehe Hingga saat ini, Satrio sendiri mengaku tidak pernah menghitung berapa banyak brosur yang telah dikoleksinya. Ini karena brosurnya sendiri dalam bentuk lembaran besar dan kecil, leaflet, booklet, bentuk buku yang bersampul tebal atau tipis dari beberapa negara. ''Yang pasti sejak tahun 1990-an sampai sekarang mungkin sudah sekitar ribuan brosur,'' ujarnya. Terlebih selain brosur, dia juga mengumpulkan beberapa poster, kartu pos, serta cendera mata ATPM seperti kaos, topi, mug, stiker, pin, korek api, gantungan kunci, tas, dompet, atau dasi. Untuk menunjang hobi tersebut, Satrio mengoleksi pula replika atau miniatur mobilnya. ''Namun, kebanyakan saya koleksi jenis mobil SUV dan yang paling saya favoritkan adalah replika Isuzu D-Max Rodeo LS dan Isuzu N-Series yang saya beli dari Astra Isuzu ,'' ungkapnya. Hobi Murah Meriah Untuk menekuni hobinya ini, Satrio tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Ini lantaran harga masing-masing brosur bekas di loakan itu tidak mahal hanya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 20 ribu saja. ''Yang terpenting bagi saya adalah nilai kelangkaan brosur itu dan apalagi jika mobilnya sendiri sudah tidak diproduksi,'' kata dia. Sedangkan brosur mobil terbaru didapatkan dari ATPM atau produsennya di luar negeri. Satrio asyik berburu brosur-brosur mobil juga ke berbagai tempat yang menurut feeling dia tersedia. Seperti ketika dia mendapat undangan untuk menghadiri bursa otomotif di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, pada 2004 lalu. Saat itu ada sebuah gerai barang bekas yang berani menjual brosur Mercy Tiger seharga Rp 100 ribu per eksemplar. Lantaran melihat ada beberapa brosur yang belum dimilikinya, Satrio mengaku tertarik untuk memborong. Namun, begitu melihat harganya, dia langsung mundur teratur. ''Saya urungkan setelah melihat harganya yang tidak sesuai dengan kantong saya. Biarpun hobi, tapi saya masih pakai perhitungan dan tidak terburu nafsu untuk mendapatkannya. Mimpikan Perpustakaan Brosur * Kiat merawat Bagi Satrio, merawat koleksi brosur mobil tidak gampang. Karena negeri kita beriklim tropis, dia kerap mengalami masalah koleksi yang berjamur. Untuk merawatnya, dia mengatur seluruh koleksi dalam rak dan membungkus dengan plastik serta diberi kapur barus dan silica gel. Untuk brosur yang tipis-tipis atau lembaran, dia simpan dalam document keeper sehingga terlindung dari kotor, terlipat, atau kumal. Agar lembaran tidak lengket dan berjamur, terkadang koleksinya itu dibongkar. Bila tetap berjamur, cukup diusap dengan kain halus dan air hangat. * Pengalaman unik ''Setiap kali berburu brosur ke perusahaan mobil, seringkali dikira tertarik dan akan membeli produk yang mereka jual. Karena itu ada yang menelepon saya baik dari perusahaan mobil di Indonesia atau perusahaan mobil dari luar negeri. * Sendiri Sekian lama mengoleksi brosur mobil, Satrio baru sekali bertemu dengan orang yang punya hobi serupa. ''Kami berteman baik hingga sekarang,'' ujar dia. * Sepi peminat Di mata Satrio, tak banyak orang yang mau melakukan hobi ini karena mungkin dari segi ekonomis belum bisa menjanjikan. Namun, di beberapa negara sudah terbentuk komunitas kolektor literatur mobil. Bahkan, di internet seperti situs e-Bay bisa dijumpai brosur mobil tua sampai yang terbaru dijual dengan harga yang bervariasi tergantung pada kelangkaan atau melihat kondisi masing-masing brosur tersebut apakah masih mulus atau agak lusuh. * Obsesi Satrio bermimpi memiliki perpustakaan pribadi brosur-brosur mobil. ''Suatu saat ini bisa menjadi rujukan orang-orang yang membutuhkan riwayat atau sejarah mobil itu sendiri ,'' kata Satrio. Satrio juga berharap bisa mendirikan klub penggemar brosur mobil untuk menjadi wadah bagi orang-orang yang peduli dan suka mengumpulkan brosur mobil. Karena Satrio yakin suatu saat brosur-brosur koleksinya pasti memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, apalagi bila brosur itu makin sulit didapat dan langka. -------------------------------------------------------------------------------- Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/Cetak_detail.asp?id=309649&kat_id=460 edit by Satrio =================================================================================================== CAR BROCHURE COLLECTIBLES Since childhood, Noor Satrio HENDRATNO been 'close' to the automotive world. Like other children, often have toy Satrio of cars. We also have fond Satrio collecting miniature toy or replica of a car made of metal. ''When it was still worth around Rp.1000,''said the man from Sleman, Yogyakarta, it was. In fact, proximity is more closely because her parents had owned a car repair shop and showroom Binter and Vespa motorcycles at Banjarnegara, Central Java, when she was elementary school around the 1980s. When it despite his motorcycle showroom brochure provides lots of motorcycles and cars, Satrio not thought to start collecting brochure. ''I just like to cut out pictures of cars in newspapers, magazines, and I'm clipping,''he said. Until one day, he was interested to send a brochure request coupon in a magazine to a dealer when it will launch the Suzuki Carry 1000 Suzuki with the brake booster in 1986. Furthermore, apart a year later, also got a shipment Satrio Citroen BX16 TRS brochure from his dealership in Semarang. ''I was really serious about the collection since 1991. Brochure that I got when it was the Land Rover and the Mercy of his distributors in Indonesia,''he said. Not only from within the country, car brochures from any overseas acquisition. For the first time, Satrio obtain brochures Mercedes-Benz of Germany because they respond and reply to the letter s request. ''They sent several copies of its product brochures brochures especially Mercy 300 SEL which is used as the official car High Level Conference of the Non-Aligned Movement in 1992'', said 32-year-old man was. Slowly, all kinds of brochures, catalogs, booklets, leaflets of various types of sedans, limousines, SUV, MPV, buses, trucks, ambulances, armored cars, racing cars of various brands have become collection. Brochures cars he had collected and the collection until now come from various brands. From cars in Europe, Asia, America; of the brand Mercedes-Benz, Maybach, Lamborghini, Ferrari, Bentley, Porsche, Rolls Royce, Skoda, Auverland, Land Rover, Mini, Rover, MG, Holden, Ford, Toyota, Subaru, Mitsuoka , Daihatsu, Suzuki, Proton, Dacia, Mahindra, Tata, Auverland, and others. Not including brochures trucks and buses from Mercy, Volvo, Scania, Setra, Evobus, Toyota, Mitsubishi, Hino, Nissan Diesel, Tata, JRD, etc.. From the brand that was marketed in Indonesia until the brand has not been entered into Indonesia. I'm hunting brochure not only by asking the distributors, dealers, at car shows or send letters or by e-mail to the company car. However, I also hunt the used-book market or flea market,''he said. Satrio, for example, never get brochures Toyota Crown, Corona, and Corolla in the 1980s in Johar Market, Semarang. Meanwhile in a small town of Jombang, he could get a brochure Mercy Tiger or E-Class in 1970-1980's. Later in the used-book market Jalan Semarang, Surabaya, was self-employed man who had also received a brochure Mercy S-Class and the SEC in 1995. For him, there is a separate appeal by collecting brochures. Besides''hobby, I collect brochures also for leisure. I also hope to add insight into the development of the automotive world that is always dynamic,''he said. Besides the brochure was actually the car itself has economic value, can be resold on sites like eBay. So the reply unfortunately no one cares to preserve ... hehehehe Until now, Satrio himself claimed never counted how many brochures that have been collected. This is because the brochure itself in the form of large and small sheets, leaflets, booklets, forms a thick hardback book or thin from several countries. ''What is certain since the 1990s to the present may have been around thousands of brochures,''he said. Moreover, in addition to brochures, she also collected a few posters, postcards, and souvenirs such automotive distributors t-shirts, hats, mugs, stickers, pins, lighters, key chains, bags, wallets, or a tie. To support the hobby, collecting Satrio also a replica or a miniature car. ''However, most of my collection of cars and most SUVs I'm favourite is a replica Isuzu D-Max Rodeo LS and Isuzu N-Series that I bought from Astra Isuzu,''he said. Cheap Hobbies To pursue this hobby, Satrio need not spend too deep. This is because the price of each leaflet was used at the flea market is not expensive only around Rp 5 thousand to 20 thousand USD. ''The most important thing for me is the scarcity value of the brochure and especially if the car itself was not produced,''he said. Meanwhile, the latest car brochures obtained from distributors or manufacturers overseas. Satrio cool hunting car brochures also to various places which he is feeling. Like when he got an invitation to attend the automotive market in the East Parking, Senayan, Jakarta, in 2004. At that time there was a second-hand outlets who dare to sell brochures Mercy Tiger costs Rp 100 thousand per copy. Because noticed some brochures that have not had, Satrio claimed interested in buying. However, when he saw the price, he immediately backed off. ''I urungkan after seeing the price that do not fit with my bag. Even hobbies, but I still do not use calculations and impetuosity to get it. Care tips For Satrio, caring for a car brochure collection is not easy. Because of our tropical country, he often experienced problems moldy collection. To care for her, she set the whole collection in the rack and wrapped in plastic and given camphor and silica gel. For a brochure or a thin sheet, he kept in the document keeper so shielded from the dirty, folded, or crumpled. In order sheet is not sticky and moldy, sometimes the collection was dismantled. If mildew remains, simply rubbed with a fine cloth and warm water. Unique Experiences Every time hunting brochures to car companies, often thought to be interested and will buy the products they sell. Therefore anyone call me from their cars in Indonesia or the car company from abroad. Alone So long collecting car brochures, Satrio only met with people who have similar hobbies. ''We were good friends until now,''he said. Rarely interested In the eyes of Satrio, not many people who want to do this hobby because it may be economically can not promise. However, in some countries have established literature collector car community. In fact, on the internet like e-Bay site to be found an old car brochures until the recent sale prices vary depending on the scarcity or see the conditions in each of these brochures are still smooth or slightly worn. Obsession Satrio dream has a personal library car brochures. Once this''could become the reference of people who need a history or the history of the car itself,''said Satrio. Satrio also hope to establish a fan club car brochures to be the container for the people who care and love to collect car brochures. Because Satrio sure one day the collection brochure must have economic value is high enough, especially when the brochure was more difficult to find and rare. The Auto Literature collectibles field has developed a grading system that is similar to that used in other collectible fields. The most widely used system was developed by Tom Bonsall and Robert Tuthill decades ago; with a few modifications, this is the grading system we adhere to at Auto Memories Auto Literature when evaluating brochures, books and other vintage items. Mint: Just as it was when it came off the press. Absolutely as new, and perfect in every way. No damage, taping, or inscriptions. The only deterioration that is permitted is that of normal aging: slight discoloration of the paper, minor off-setting, or original printing anomalies. Very few examples of mint condition pre-1950 literature exist. Near Mint: Nearly mint condition, but with very, very slight wear at cover corners, edges, or spine. No tears, stains, moisture damage, or writing. Dealer stamp is the only inscription or marking allowed at this grade. Excellent: Very light wear. No tears, stains, or moisture damage. Dealer stamp, salesman's name or minor unobtrusive inscription (year, prices, etc.) are permitted at this grade. Very Good: Similar to Excellent, except for some signs of use: minor inscriptions, light folds, small dog-ears to page corners, very light cover soil. Spine is very good; a small seam split is permitted. 'Very Good' items are in every way presentable; too may signs of use, although minor in themselves, will relegate the item to the 'Good' classification. Good: Complete, but with moderate wear and tear. Some minor moisture damage or an occasional light stain is permitted, as are small tears, inscriptions, light creases , and some soil. Missing or cut pages are not permitted at this grade. Fair: The lowest presentable and collectible classification. Complete and readable, but with significant flaws and/or defacement. Large tears, significant stains, wear holes. Auto literature in less than "Fair" condition is generally only collectible if very scarce. Source: http://stores.ebay.com/Auto-Memories-Auto-Literature |  | Sebagian kecil brosur karoseri yang terkumpul dari koleksi-koleksi karoseri lainnya, belum termasuk brosur karoseri mobil luar negeri yang belum sempat di-posting.... |
|  | Poster, Autograph Signed, Sticker Tim Balap, Magazine, Owners Manual Book, Faktur......dll. |
|  | Sebagian kecil koleksi brosur truk dan bus yang terkumpul.....Brosur dan katalog Youngman China, baru diterima dan menjadi koleksi sejak bulan Desember 2009.... |
 Kemarin Selasa tanggal 15 Desember 2009 bertepatan dengan urusan pekerjaan kantor setelah berkunjung ke PT Apac Inti Corpora di Ungaran, iseng-iseng telepon ke karoseri Laksana untuk meminta brosur bus produksinya. Sebenarnya sudah sejak lama ingin meminta brosur bus buatan Laksana karena merupakan salah satu karoseri bus terbaik di Indonesia. Ternyata respon sangat baik dan disambungkan langsung ke Pak Kusririn, Designer bus Laksana malah beliau menawarkan untuk masuk ke bagian produksi busnya. Akhirnya saya putuskan mampir ke pabriknya......Dilihat dari luar bangunan gedung biasa saja tapi dalamnya gedung tidak biasa...sungguh luar biasa dengan SDM yang terampil dan kreatif. Bahkan untuk ukuran karoseri, Laksana cukup laris mengerjakan order minimal 2 unit perhari dibanding karoseri bus lain di Jawa Timur yang pernah saya kunjungi. Teman-teman komunitas Bismania juga baru saja mengunjungi karoseri ini dan sempat berkeliling dengan prototype bus produksi Laksana yang baru diproduksi. Sempat melihat prototipe produk terbaru Laksana tipe Legacy dengan basis mesin Hino atau sesuai permintaan customer...Tidak lupa masuk ke kabin bus yang dipesan Dephub, ke tempat duduk kursi penumpang....memperhatikan detil-detil, panel-panel bus yang dibuat customized....memang karya putra-putri Indonesia tidak kalah dengan produksi bus negara lain....Yang pasti menurut pak Ririn, fokus dan kreativitas sangat penting.......Di garasi bertengger beberapa unit Feeder bus untuk Transjakarta terlihat gagah menunggu finishing dan delivery....Setelah cukup melihat hasil produksi karoseri Laksana tidak lupa Pak Ririn memberi oleh-oleh brosur bus Proteus dan Nucleus.... Pengalaman yang sangat berkesan dan menyenangkan....dunia otomotif memang selalu membangkitkan gairah rasa keingintahuan perkembangan moda transportasi khususnya bus yang masih sangat dibutuhkan oleh penduduk Indonesia untuk moving dari satu tempat ke tempat yang lain...... Masuk kota Semarang dijalanan juga disuguhkan dengan kehadiran produk Laksana yaitu bus Trans Semarang sebagai sarana transportasi selain Angkot....Mudah-mudahan lain kali bisa naik Legacy... Thanks Pak Ririn atas kesempatannya. Gambar prototype bus Legacy - sumber jakbus.com  | Timor | Nov 25, '09 3:53 AM for everyone |
Mobil Timor saat ini sudah tidak diproduksi lagi, namun kenangan akan kehadirannya di kancah industri otomotif Indonesia tidak terlupakan, terlepas dari kontroversial yang ditimbulkannya. Beruntung saya masih sempat mengoleksi brosur Timor S515i DOHC dan S515 SOHC termasuk edisi khususnya S516i Sport Edition maupun S515i Rally Edition. Info TIMOR Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Timor S515 (Kia Sephia) Timor adalah merek mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990, yang mana merupakan versi yang sama dengan merek mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia. Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merk Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Timor adalah kepanjangan dari Teknologi Industri Mobil Rakyat, dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rejim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup. Daftar mobil yang pernah diproduksi Timor - Timor S515 1498cc SOHC Karburator
- Timor S515i 1498cc DOHC Injection
- Timor SW515i 1600cc DOHC Injection
Selain itu - Timor Sport Edition 1600cc Prodrive Lisence
- Timor SOHC Injection
- Timor SL516i Limousine 4-doors & 6-Doors
- Timor S513 City Car
Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Timor_(mobil)
Kamis, 28 Mei 2009 | 10:22 wib ET Guangzhou – Pepatah kuno yang berbunyi ‘Belajarlah Hingga ke China’ benar adanya. Di Negeri Tirai Bambu, pemerintahnya sangat mendukung iklim investasi. Tak hanya Pemerintah Pusat, hingga jenjang Pemerintahan Daerah juga sangat mendukung para investor luar negeri untuk berinvestasi. Iklim investasi yang sangat kondusif di China, diakui oleh Toyota Motor Corporation (TMC). Seperti yang disampaikan Takeshi Uchiyamada, TMC Executive Vice-President. “Untuk sekian lama kami memposisikan China sebagai pasar otomotif terpenting. Terlebih kami mendapatkan dukungan yang positif dari Pemerintah China dan pemerintah daerah setempat,” kata Takeshi. Adanya jaminan dari Pemerintah China inilah yang menjadikan investor otomotif asing yakin dan optimis dalam mengembangkan usahanya. Jaminan itu diantaranya tidak adanya pungutan liar, yang biasanya hampir selalu terjadi di Indonesia mulai tingkat RT-RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga yang lebih tinggi. Kejelasan hukum bagi penerima suap yang diberlakukan Pemerintah China, menjadikan iklim usaha para investor asing sangat kondusif untuk berkembang. Bahkan Pemerintah China hanya menerapkan pajak sebesar 5% bagi industri otomotif yang memakai mesin berkapasitas 1.600 cc ke bawah. Bandingkan dengan tabel pajak dan bea masuk di Indonesia (lihat tabel) dari data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Di Indonesia untuk mesin berkapasitas 1.500 cc ke bawah, terkena PPnBM hingga 25-30%. Sangat jelas sekali adanya ketimpangan. Tidak mengherankan bisnis otomotif di China lebih menarik bila dibandingkan dengan Indonesia. kkbc1
sumber: kabarbisnis.com Sejumlah kalangan masih menanti keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal mobil dinas menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Sebab, hingga saat ini Presiden belum menentukan mobil apa yang akan dia berikan kepada para pembantu-pembantunya itu. Kabar yang beredar, SBY akan memilih Toyota lagi, tepatnya Crown Majesta. Pilihan ini beberapa tingkat di atas mobil dinas kabinet SBY sebelumnya, Toyota Camry V6. Yudhoyono, telah mengubah fanatisme Volvo sebagai kendaraan dinas menteri. Sejak Presiden Soeharto hingga Megawati Soekarnoputri, Volvo menjadi pilihan mobil dinas menteri. Berikut mobil jatah menteri dari kabinet ke kabinet:1. Kabinet Soekarno Presiden Soekarno memberikan masing-masing satu mobil dinas Dodge Dart untuk para menterinya. Bahkan mobil yang sama juga diberikan kepada perdana menteri dan wakil perdana menteri. 2. Kabinet Soeharto Rezim Soeharto selalu memilih Volvo sebagai tunggangan para menterinya. Seri 264 GL yang berkesan eksklusif dan mewah ini dipakai sejak 1978. Sosoknya yang terkesan klasik dan mewah membuat Volvo dianggap pas untuk menambah wibawa para pejabat tinggi. Volvo 264 GL merupakan pengembangan dari 264 DL yang didesain Jan Wilsgaard, memakai mesin Volvo V6 PRV Automatic 2.664 cc dengan 6 silinder. 3. Kabinet Reformasi Pemerintahan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri Volvo 960 pertama kali diproduksi pada 1991 di Amerika Serikat. Mulai 1992 hingga 1998 dikerjakan di Swedia. Sejak 1998, mobil ini berubah nama menjadi S90. 4. Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I Saat Susilo Bambang Yudhoyono, penggunaan Volvo dihentikan. SBY memiilih Toyota Camry V6. Mobil ini dipakai para pejabat negara, menteri kabinet, dan para pemimpin lembaga negara. 5. Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Sepertinya Yudhoyono bakal membagi-bagikan Crown Majesta kepada pembantu-pembantunya. Mobil mewah ini hanya dipasarkan di Jepang. Meski harganya sekitar Rp 700 juta, bila dibawa ke Indonesia harganya bisa berlipat hingga di atas Rp 1 miliar. Sebab, produsen tidak menanggung ongkos kirim dan pajak. memembagikan mobil bagi para menteri-menterinya Volvo 960. Mobil ini merupakan bekas Konferensi Tingkat Tinggi APEC 1992. Saat itu Soeharto memborong mobil yang disediakan bagi para pemimpin sejumlah negara. Sumber: kaskus.us Link: http://www.trucksakera.blogspot.comIndustri karoseri bak truk di Jawa Tengah yang memproduksi tipe edisi standart dan eksklusif. Termasuk kategori customized karena memodifikasi truk sebagai pengangkut barang menjadi kendaraan yang memiliki performance yang menarik dan bernilai seni. Link: http://www.productioncars.com/Welcome to Productioncars.com! We sell automobile literature and automobile production figure information. We have thousands of car brochures, old car magazines and other auto literature. Our book has over 300 pages filled with automobile production numbers and sales figures.
Link: http://petercar.freeyellow.com/Welcome to my car brochure web site. I have been collecting car brochures for over 25 years. I now have a large collection of brochures from the 1970's to date. Most of these are from the UK, but I do have quite a few from around the world. If you want to find out if I can provide you with an original brochure for your car or to add to your own collection, just send me an e-mail with the following details: Make, Model & Year. Please also visit my links pages for car clubs,other collectors and latest news. Walau masuk dalam deretan negeri termiskin (dan terkorup) di dunia, gaya idup pejabat Indonesia amatlah glamour. Ada kisah menarik dari Prof. Nurcholish madjid. Kala masih sehat. Menjelang pemilu legislative 2004 lalu, Cak Nur menyempatkan diri berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat, Bandung. Saat itu Cak Nur didaulat berbagai komponen masyarakat untuk men- calonkan diri jadi presiden. Dalam kesempatan itu, Cak Nur menyinggung gaya hidup para pejabat tinggi Indonesia yang sering jadi bahan perbincangan sinis para petinggi negara-negara lain. "Mereka bilang, Indonesia itu dikenal sebagai negara yang utang luar negerinya sangat besar, tapi gaya hidupnya mewah," ujar Cak Nur.
Ia memberi contoh konkret. Ketika para pejabat tinggi kita melawat ke luar negeri untuk meng-hadiri sidang-sidang bilateral, multilateral atau berskala internasional lainnya. Rombongan delegasi kita itu datang ke tempat sidang dengan mengendarai mobil mewah. Sebaliknya delegasi dari negara-negara lain yang juga datang ke sidang yang sama justru mengendarai trem atau kendaraan umum. "Padahal mereka adalah para pejabat tinggi dari negara-negara kaya, termasuk yang memberi utang kepada Indonesia," ujar Cak Nur.
Orang asing pun heran melihat kenyataan sehari-hari di Indonesia pada tahun-tahun awal krisis moneter yang berlanjut jadi krisis ekonomi. Dalam suasana krisis pun, mobil mewah tetap ber-seliweran di jalanan kota-kota besar di negeri ini. Sebagian masyarakat tetap menjalani hidup mewah layaknya tanpa suasana krisis.
Sense of crisis agaknya memang barang teramat langka yang dimiliki pejabat kita. Belum kering daratan Aceh akibat terjangan tsunami tiga bulan lalu, pemerintah SBY-kalla sudah menghambur-hamburkan uang rakyat untuk membeli 60 unit mobil Toyota Camry untuk pejabat negara senilai Rp 21 miliar, yang awalnya dipakai untuk mobil delegasi peserta KTT Asia Afrika di Bandung kemarin. Padahal Aceh dan pelosok negeri, masih teramat banyak orang kelaparan.
Setelah digunakan untuk kegiatan KTT Asia Afrika, semua mobil itu akan dijadikan mobil dinas pejabat negara. Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra memaparkan, 18 unit mobil akan di-gunakan oleh ketua dan wakil ketua lembaga negara, 35 unit untuk para menteri, satu unit untuk pejabat setingkat menteri, dua unit untuk isteri presiden dan wapres, serta empat unit untuk cadangan.
"Anggarannya akan diambil dari APBN," ucapnya enteng. Tidak dikatakan bahwa APBN itu asalnya uang rakyat yang dipajakin negara. Dengan kata lain, rakyat Indonesia gajinya dipotong guna membelikan para pejabat yang sudah makmur itu, termasuk isteri SBY dan isteri Kalla yang se- benarnya tidak ikut dipilih rakyat, sebuah mobil Camry luks berikut biaya perawatan dan segala aksesorisnya.
Walau "hanya" seharga Rp 350 juta per unit, hal ini juga dianggap pemborosan. Sebab, mobil dinas para pejabat yang sekarangpun sebenarnya masih sangat bagus.
Kalau pun untuk 'menjamu' kepala negara delegasi KTT, maka mengapa tidak menyewa mobil secara harian saja. Harga rental mobil mewah hanya sekitar 5 juta perhari lengkap dengan supir dan biaya perawatan. Dengan sewa 60 unit mobil mewah hanya butuh biaya Rp 300 juta. Bukankah ini jauh lebih murah ketimbang harus merogoh kocek Rp 21 miliar? Banyak kalangan menyatakan ini hanyalah akal-akalan pejabat negara untuk ganti mobil baru. Gila, memang.
Sikap rezim SBY-Kalla tidak ada bedanya dengan kelakuan rezim-rezim sebelumnya. Saat Mega ber- kuasa, saat KTT ASEAN di Bali 7-8 Oktober 2003, pemerintah memborong mobil BMW Seri 7 untuk para kepala negara dan Seri 5 untuk pejabat setingkat menteri.
Harga BMW Seri 7 yang termurah (735Li) adalah Rp 1,88 miliar, sedang harga termurah BMW Seri 5 (tipe 530) adalah Rp. 815 juta. Dengan demikian, dana yang diperlukan minimal sekitar Rp. 50 miliar. Ini taksiran terendah dan belum termasuk biaya pemeliharaan dan sebagainya.
Waktu Gus Dur menghuni istana negara, ia juga bersikap sama. Pada KTT G15 (konperensinya negara-negara miskin) pemerintahan Gus Dur menyediakan 50 mobil mewah (dari rencana sebelumnya 400 unit) yang terdiri dari Mercedes Benz Seri S-500, S-600, ML-320, Audi A-6, Nissan Patrol, dan VW Caravelle. Puluhan miliar rupiah uang rakyat dihambur-hamburkan. Negara dirugikan Rp 140 miliar dari kasus ini.
Di era Soeharto, untuk para kepala ekonomi negara-negara APEC pada pertemuan di Istana Bogor (1994), 200 mobil mewah seperti Mercedes Benz S-600 dan BMW 740 diimpor. Sebelumnya, pada KTT ke-10 Nonblok tahun 1992, Soeharto juga mengimpor monil luks built-up Mercedes Benz 300 SEL (110 unit), Volvo 960 (210 unit), Nissan Patrol (210 unit), dan VW Caravelle (210 unit) untuk para delegasi.
Tabiat pejabat negara ternyata dengan amat baik diteladani oleh pejabat daerah. Baru-baru ini, Gubernur Riau Rusli Zainal dikabarkan membeli dua unit Mercedes Benz yang hanya akan dipakai selagi berdinas di Jakarta. Hal ini menuai protes. Ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Indragiri Hulu (FMPI) Dedi Yusnianto menuntut agar pembelian dua unit Mercedes Benz senilai Rp 2 miliar itu diusut.
Dedi menilai, hal itu amat menyakitkan hati warga Riau. Sebab, selama ini Rusli Zainal dalam acara-acara resmi pemerintahan, selalu mengklaim angka kemiskinan di Riau lebih dari 40%. Tapi aneh, di tengah kemiskinan rakyatnya, Rusli tega membeli mobil mewah. "Ini aneh, tiap kali bicara, selalu saja rakyat Riau miskin. Tapi mobil dinasnya di Jakarta harganya malah lebih mahal dari mobil dinas menteri yang hanya Toyota Camry seharag Rp 350 juta," kata Dedi.
Yang anehnya lagi, kata Dedi, mobil dinas gubernur di Pekanbaru saja hanya sebuah mobil Toyota Crown. Itu artinya, dalam aktivitas sehari-hari di Riau, Rusli Zainal ingin menunjukan kesederhanaan pada rakyatnya.
"Eh, giliran berdinas di Jakarta, dia malah pakai Mercy. Ini menyakitkan hati masyarakat Riau. Tega-teganya ditengah kemiskinan warganya dia enak-enakan di Jakarta pakai Mercy. Ini baru se-tahun dia menjabat, bagaimana empat tahun lagi?" sindir Dedi.
Di tahun 2003, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Asmawi Agani mengusulkan pembelian empat mobil mewah senilai Rp 5,7 milyar dalam RAPBD 2003. Usulan ini mendapat reaksi keras. Di kalangan DPRD Kalteng, ada yang pro ada pula yang kontra.
Menurut informasi yang ada, yang ingin dibeli adalah dua unit Volvo SERI 960 denagn nilai Rp 3 miliar, satu unit Jeep Land Rover Discovery (4x4) senilai Rp 1,5 miliar, dan sebuah bus eksekutif seharga Rp 1 miliar. Total Rp 5,7 miliar. Usulan ini timbul di tengah kondisi masyarakat Kalteng yang mengenaskan. Dari 394.354 keluarga yang ada, sekitar 118.306 keluarga (30%) masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Di Kalimantan Timur, di bulan Mei 2003, pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Panajam Paser Utara yang baru terbentuk 10 bulan juga dikecam lantaran mendahulukan membeli mobil mewah seperti Nissan Terano untuk dinas, ketimbang mendahulukan pengerjaan pelayanan kepada masyarakat seperti menyediakan air bersih, jaringan listrik, dan pembangunan jalan menuju permukiman. "Sudah puluhan tahun kami tinggal disini, tetapi belum mendapatkan aliran listrik dan air bersih," ujar seorang warga Desa Sebakung, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara. Untuk penerangan, selama puluhan tahun mereka terpaksa menggunakan lampu minyak tanah. Sedang air bersih sangat sulit diperoleh sehingga warga terpaksa membeli air pikulan seharga Rp 2.500 per jerigen isi 20 liter.
Menurut penduduk, keluhan soal air bersih dan listrik serta pembelian mobil mewah oleh aparat pemerintah kabupaten sudah disampaikan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur Bidang Ke-sejahteraan Rakyat Yurnalis Ngayoh, saat mengunjungi Desa Gunung Intan yang lokasinya ber-dekatan dengan Desa Sebakung. Wakil Gubernur menyarankan agar penduduk jangan mengandalkan sambungan air ledeng, tetapi ber-upaya membuat pompa air sendiri, sedang listrik memang belum ada jaringan. "Justru masalahnya disini tidak ada listrik sehingga tidak mungkin membuat pompa air," tukas seorang warga.
Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada April 2003, DPRD setempat juga memberi izin Pemkab Ciamis untuk membeli mobil mewah jenis Land Rover Discovery seharga lebih dari Rp 1 miliar untuk kendaraan dinas Bupati. Ironisnya, hal tersebut terjadi saat Kabupaten Ciamis masih mempunyai pekerjaan rumah yang terbengkalai di sana-sini. Menurut catatan Pemkab sendiri, Ciamis saat itu masih ada 17.000 balita kekurangan gizi, 400 balita bergizi buruk, lebih dari 113 bangunan SD rusak berat, 75% puskesmas rusak, dan masih banyak sarana serta fasilitas umum lain yang rusak dan memerlukan perhatian.
Dari Padang, pada Oktober 2004 pimpinan DPRD -nya malah meminta fasilitas mobil baru. Pos pengadaan kendaraan bermotor pada sekretariat daerah bertambah bengkak Rp 2,9 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk membeli 13 unit mobil. Satu unit Toyota Camry untuk ketua DPRD dan 3 unit Toyota Altis untuk wakil-wakilnya.
Cirebon tidak mau ketinggalan. Di awal Desember 2004 DPRD Kabupaten Cirebon berniat membeli sejumlah kendaraan beroda empat yang dikatakan untuk keperluan kendaraan operasional atau dinas. Pos anggaran untuk keperluan pembelian mobil mewah itu sudah dirancang dan besarnya mencapai Rp 1,5 miliar. Mobil itu diperuntukkan bagi unsur pimpinan, dari mulai wakil ketua sampai ketua fraksi dan ketua komisi-komisi. Untuk dua wakil ketua dewan, direncanakan diberi jatah sedan Toyota Altis seri terbaru yang harganya di atas Rp 250 juta.
Saat dikonfirmasikan wartawan, Ketua DPRD Cirebon Tasiya Soemadi Al-Gotas,S.E., menyatakan hal itu sebenarnya wajar. "Lihat saja, Majalengka yang PAD-nya jauh lebih kecil dari Cirebon saja (kendaraan dinasnya) sudah sekelas Nissan Terrano dan (Mitsubishi) Kuda," ujarnya.
Sikap yang lebih pede datang dari Bekasi. Pada Oktober 2004, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Dadang Asgar Noor menuntut fasilitas kendaraan dinas Nissan Terrano untuk pimpinan dewan. Alasannya, menurut undang-undang, pimpinan dewan memiliki derajat sama dengan walikota. Dengan begitu, strata sosialnya lebih tinggi dibandingkan masyarakat biasa sehingga berhak memiliki mobil mewah.
"Kita minta hanya sesuai dengan porsinya, masa wakil rakyat nanti hanya diberi mobil Toyota Avanza," kata Dadang dari Fraksi Partai Demokrat, daerah pemilihan Kelurahan Jati Asih.
Sebenarnya Bagian Perlengkapan DPRD Kota sudah menawarkan kendaraan dinas Suzuki Escudo yang sebelumnya digunakan Wakil Ketua DPRD periode 1999-2004, Salim Musa, tapi Dadang menolak mentah-mentah. Dadang tetap berkukuh mendapatkan mobil mewah. Mengenai gerakan anti mobil mewah yang saat ini mulai berdengung secara nasional, Dadang mengaku tidak perduli. "Kami mintanya yang tidak malu-maluinlah, saya ini mewakili 25 ribu orang di daerah saya," kata dia. Hanya saja Dadang tidak sadar, ke 25 ribu orang yang merupakan 'tuannya' kebanyakan belum mampu beli mobil, mosok wakilnya saja minta mobil mewah. Ini sungguh-sungguh memalukan!
Kegilaan pejabat Indonesia terhadap mobil mewah bisa dilihat dari temuan yang terjadi di Jakarta Motor Show (JMS) 2004 di Senayan. Dalam acara yang banyak memajang mobil super mewah itu, antara lain mobil Bentley seharga Rp 5 miliar per unitnya, pada posisi tanggal 9 September 2004 sudah tercatat belasan orang yang membeli mobil Bentley tersebut dengan cara indent!
Berita ini kurang menggema di masyarakat Indonesia karena tersaput berita bom besar yang me-ledak di depan Kedubes Australia di Kuningan pada tanggal yang sama.
Fenomena mobil mewah yang banyak digilai para pejabat Indonesia untuk membelinya pakai uang rakyat- menggambarkan betapa para pejabat kita sama sekali tidak berpihak pada rakyatnya me-lainkan berpihak pada hawa nafsunya semata. "Dari sepuluh peraturan yang dikeluarkan birokrat, sembilan buahnya berpihak pada kantongnya," tulis Sosiolog Arief Budiman yang kini menetap di Australia dalam sebuah bukunya.
Satu contoh yang paling baik tentang 'kepedulian' pemerintah terhadap rakyatnya adalah per-bandingan besarnya anggaran untuk Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan anggaran untuk Komisi Nasional Perlindungan Anak.
RAPBD DKI Tahun 2005 telah mengesahkan dana belanja Sutiyoso selama satu tahun adalah sebesar Rp 4,429 miliar. Dana itu antara lain terdiri dari pos biaya baju Gubernur Sutiyoso Rp 40 juta, alat tulis gubernur Rp 151 juta, pemeliharaan ruangan kerja gubernur Rp 400 juta, dan sebagainya.
Coba bandingkan besarnya belanja Sutiyoso itu dengan jatah untuk Komnas Perlindungan Anak. Untuk biaya operasional Komnas Perlindungan Anak, yang berasal dari APBN, satu tahun pemerintah hanya memberikan dijatah Rp 22 juta! Inilah contoh bagus bentuk kepedulian pemerintah kita terhadap rakyatnya.
Sumber: Majalah Saksi No. 16 Tahun VII 11 Mei 2005 Setiap waktu, setiap tahun perkembangan industri sangat dinamis...walaupun diterpa krisis global para produsen, ATPM selalu berlomba-lomba mengeluarkan tipe terbaru baik itu kelas SUV, MPV, Passenger cars, dll. Saat itulah waktu buatku berburu brosur mobil tipe terbaru, yang paling gampang dilakukan melalui jaringan dealer mobil terdekat. Biasanya kalo minta langsung, harus siap diberondong bermacam-macam pertanyaan....bapak ada rencana beli mobil? mau beli tipe apa? kebutuhannya untuk apa? pribadi atau perusahaan...... Yach berarti aku harus siap-siap menjawab atau menangkis pertanyaan yang ada....aku bilang aja minta brosur mobil buat koleksi....mmmhhh mereka biasanya mengernyitkan dahi....aneh kali ya? buat apa?.......ada siy yang memberi apresiasi atau respon bagus.....memberi dengan tidak banyak pertanyaan..atau bahkan ditolak pun biasa....Pak brosurnya apalagi yang bentuknya buku kami beli dari ATPM hanya diberikan ke prospektif customer saja....kalo majalah dari ATPM boleh bapak bawa free.......Hehehehehe.....ternyata brosur mobil itu berharga ya? sayang gak sempat nanya berapa sih harga perbijinya dari ATPM... Kalo jurus menangkis pertanyaan macam2, aku bilang aja brosur mau dikasih ke boss..kali aja bossku mau beli.....hehehehe..... Link: http://www.autowp.ruBerbagai merk mobil, tipe dan tahun yang dipasarkan diberbagai belahan bumi.... Link: http://www.cptsplashcarbrochures.co.ukI have been collecting car brochures since 1986, and my collection has grown to over 12,000 items, mainly UK issues.
Recently, I found that storage became a problem, and so decided to sell my duplicate brochures. I started to sell some of them through Ebay in May 2002, and since then, have sold many thousand items worldwide.
This website has been created to expand on my Ebay shop, and hopefully give useful information to collectors and enthusiasts.
My personal collection covers all makes and models, but Porsche, VW and Audi are my favourites.
I hope you enjoy looking round my site, and if you have any questions, please contact me.
The name Cpt_Splash comes from when some friends and I went on a 'Learn to Surf' course in Cornwall in the early 1990's. Apparently, I spent most of my time falling off, hence the nickname!!
Link: http://www.otopedia.com/"Otopedia.com, Media Terbaik Jual Beli Mobil... Untuk Mobil Baru & Mobil Bekas... Fasilitas GRATIS pasang iklan jual beli mobil untuk pengiklan Individu & Showroom Otomotif..."
Otopedia.com dikunjungi ribuan orang setiap hari sehingga mobil yang diiklankan cepat laku... Kemaren pas liburan 17-an jalan2 di Galaxy Mall Surabaya, iseng-iseng intip koleksi di toys city, eh dapet Hilux Vigo Double Cab 1:57..lumayan buat nambah koleksi replika double cab....  | Guestbook | |
 | Halo Satrio aku baru saja dapat brosur Audi A1, A3, A4, A6 dan topline audi A8 dari Audi Jerman |
 | salam kenal mas Satrio,... |
 | bos numpang nanya nih, ada yg tauga yah dmn jual miniatur mobil bmw seri 325i tahun 2002 / 346. buat kado nih thanks |
 | Om...thanks a lot...brosur Nissan sudah saya terima dengan kondisi baik...surprise ada NP300 juga.....Hanya Alloh yang bisa membalas kebaikan om, ini bisa menambah perbendaharaan koleksi brosur mobil saya.. |
 | Wah Vitara EPI mania ya om? Brosur Vitara EPI saya gak sempat punya, karena dulu pernah coba minta ke diler Suzuki katanya gak ada...produk limited dan populasi terbatas, mungkin gak dibuat brosurnya...Gak tahu lagi kalo pihak Indomobil Suzuki buat brosur namun terbatas......Kalo brosur Vitara dan Sidekick non EPI saya ada brosurnya sampai generasi yang sekarang (Grand Vitara 2.0 / 2.4)......Seperti pada waktu Suzuki keluarkan Every, Caribian 4WD bentuk brosurnya hanya flyer/lembaran saja..Thanks sdh mampir om...lain kali sharing lagi.. |
 | ada brosur vitara epi 94-95 gak om? |
 | Bos saya dapat info dari temen di MP, brosur Corolla 1973 pernah ada yang jual di Otobursa 2009 harganya 200-300rb. Kalo mau nyari coba datang ke Tumplek Blek Otobursa 2010 ini. |
 | Monggo...dipersilakan...thanks... :-) |
 | Ya betul......salam kenal juga om....tengkyu |
 | Hello mas Satrio ....salam Kenal....yang tadi pagi ngobrol ama saya ya? |
 | Ok..dipersilakan....thank.. |
 | Permisi, gantian mampir ya om... : ) |
 | Wah, maap kalo brosur Charade 83 dan Corolla 73 saya belum punya, khan baru mulai koleksi taon 90'an. Kalo brosur Charade Winner, Classy ada. Corolla pun yang ada generasi DX80, Great Corolla 92-94, Corolla All New 96, Corolla New 98, Altis 2000-sekarang. Thx |
 | Mampir lagi boss, ada kopian brosur Daihatsu Charade th 1984 dan Toyota Corolla th 1973, ditunggu infonya boss |
 | Ok om...sip...I tunggu... |
 | vampir oom... eh mampir... oom aku ada beberapa brosur nanti tak upload ke mp barangkali berminat |
 | Wah, mau..mau....hehehehe....brosur Mercy darimana mas? Jerman ato MB Indonesia? Saya juga baru dapat brosur mercedes-benz facelift 2009 seri S, ML, G, GLK, GL, dari Jerman. Tapi kalo mau nambahin koleksi ya Ok saja.... :) Selain mercy saya baru dapat brosur bus Karoseri Laksana, Bus Youngman China, Truck MAN China, Mazda UK, postcard Chevrolet Cruze LT WTCC, Holden Commodore V8 Racing Team, dan brosur2 mobil yang beredar di Indonesia. Syukur2 kalo mau jadi kolektor juga mas? |
 | woww... saya ada nih mas brosur Mercy The S-Class (New Generation S350 L & S300 L), The ML-Class (New Generation ML 350)
mw?? :) |
| |